Selasa, 04 Mei 2010

Melihat 6 Pedang Nabi Muhammad SAW di Sidoarjo

Enam pedang nabi tersebut bernama Dzu Al Faqar, Al Qadib, Al 
Rasub, Al Battar, Al Ma'thur, dan Al Qol'i.
Enam pedang nabi tersebut bernama Dzu Al Faqar, Al Qadib, Al Rasub, Al Battar, Al Ma'thur, dan Al Qol'i.
Sidoarjo -Menyambut Bulan Ramadan, 6 pedang Nabi Muhammad SAW dipamerkan di Convention Hall Sunsity Mall, Sidoarjo. Pameran itu dibuka mulai tanggal 14 Agustus-24 September 2009 mendatang.
Pameran itu mendapat perhatian dari masyarakat luas. Tidak hanya dari Sidoarjo tapi juga warga luar kota Sidoarjo. Anak-anak, remaja hingga orang dewasa ingin melihat dari dekat pedang dan benda peninggalan nabi terbesar dalam sejarah Islam.
Para pengunjung tampak antusias. Tiket masuk ke ruang pamerang 
dibandrol Rp10.000 untuk setiap pengunjung.
Para pengunjung tampak antusias. Tiket masuk ke ruang pamerang dibandrol Rp10.000 untuk setiap pengunjung.
Pameran bertema The Greatest Sword of Prophet Muhammad SAW itu disajikan dalam dua ruangan. Ruangan yang pertama pengunjung disuguhi film durasi 10 menit. Film tersebut bercerita tentang sejarah Islam. Serta bagaimana pedang-pedang milik Nabi Muhammad SAW berada di museum Istana Topkapi, Istanbul, Turki.
Pameran ini merupakan hasil kerja sama Piramid Commucation dengan 
Kedutaan Besar Turki.
Pameran ini merupakan hasil kerja sama Piramid Commucation dengan Kedutaan Besar Turki.
Dalam pameran itu pedang yang dibawa berjumlah 6 dari 9 pedang milik Nabi Muhammad SAW. Pedang yang mendapat perhatian cukup besar adalah pedang Al-Ma’Thur dan Al-Qadib. Kedua pedang itu merupakan pedang yang menunjukkan kebesaran Nabi Muhammad yang tidak pernah menggunakan untuk perang.
Pedang Al-Ma’Thur merupakan pedang warisan dari ayahanda Nabi Muhammad. Sedangkan Al-Qadib pedang yang mempunyai panjang 100 centi meter dan digunakan Nabi Muhammad menerima tamu kenegaraan.
Pasangan suami istri dari Tanggulangin, Rudi Susanto dan Dewi Apriliani mengaku kalau keduanya terharu bisa melihat pedang milik Nabi Muhammad SAW. Hati keduanya bergetar.
“Saya tiba-tiba merinding,” kata Rudi yang diamini oleh istrinya Dewi.
Perasaan yang sama juga dirasakan oleh penjaga pameran Arif Djamiko. Dia merasakan aura yang berbeda ketika menjaga pedang tersebut. Dia merasa tenang.
Selain pedang, dipamerkan juga busur panah dan terompa (alas kaki)
 Nabi Muhammad saat berjalan dari masjid Al Aqsa.
Selain pedang, dipamerkan juga busur panah dan terompa (alas kaki) Nabi Muhammad saat berjalan dari masjid Al Aqsa.
“Saya pikir hanya saya yang merasakan aura yang berbeda tapi ternyata pengunjung
yang lain juga merasakan hal yang sama,” ungkapnya.
Selain pedang yang dipamerkan, sandal yang digunakan saat perang badar, tongkat yang digunakan saat berkhotbah, busur panah dari bambu yang didapatkan dari salah satu kaisar di China yang selalu dibawa saat perang, serta blue screen atau cetak telapak kaki nabi yang diambil dari Masjidil Aqsha di Palestina.
Telapak kaki Nabi Muhammad SAW. Koleksi yang dipamerkan dalam 
acara ini beberapa di antaranya bukanlah barang asli, melainkan hanya 
replika.
Telapak kaki Nabi Muhammad SAW. Koleksi yang dipamerkan dalam acara ini beberapa di antaranya bukanlah barang asli, melainkan hanya replika.

1 komentar: