Kamis, 14 Juli 2011

Malam bertabur bintang @ gunung gede cekidottt.



sekedar share cerita ngesot ke gunung gede 23-24 juni kemarin..
mohon maaf kl ceritanya gak sebagus teman2 lain yang naek gunung gede dihajar badai atau kesulitan lainnya..
karena memang jalan ke sana kemarin cm sekedar ngesot pengen bermalam di alam

mari kita mulai :

kami bertiga, saya, ronny (jakarta) dan marsono (solo) janjian untuk ketemu di cibodas tgl 22 juni. kami bermalam di basecampnya green ranger, dan baru paginya (23 juni) beresin ijin simaksi yang kemarin tertunda gara2 printer di kantor balainnya ngadat

perjalanan seperti sudah di informasikan dari awal berupa ngesot sepanjang jalur berbatu. tapi mungkin karena kita ngezoter yang beruntung sehingga baru berjalan 100 m dari pos polhut nemu pemandangan indah kayak gini
ROL boi


sebenarnya hanya saya yg ngesot sih.. ronny dan marsono jalan tegap bak prajurit jaman middle earth. dengan beban ransel di belakang, tas kamera di depan dan tongkat di tangan, saya ngesot sembari berharap di depan ada jalan tol yang mulus..

disingkat2 lagi supaya tidak terlalu lama, kami dengan mulus melewati beberapa pos, telaga biru - panyancangan - air panas - kandang batu - kandang badak.
menyusuri jembatan beton

sungai air panas

nah di kandang badak ini fisik (saya) sudah terkuras habis buat berkesot2 ria sepanjang jalan nanjak2 dari panyacangan menuju kandang badak..

berharap rekan2 lain mau mendengar suara hati dan mendirikan tenda di sini.. eh ternyata jadinya jam 6 sore kita kembali ngesot dengan penerangan lampu berjalan bak zombi (ini saya lagi) menuju ke atas..

melewati pertigaan yang mengarahkan ke puncak gunung gede atau pangrango jalan semakin menanjak dan akhirnya ketemu tanjakan setan. jalan menanjak yang harus dilewati sembari berpegangan pada tali / kawat semakin menguras energi yang tadinya sempat kembali full dengan menyantap bekal nasi + orek tempe + ati yang dibungkus dari warung.

tanjakan setan


jalan dari tanjakan setan - batas vegetasi seakan tidak ada habis habis nya ( ya iyalah.. lha jalan 10 meter berhenti ambil napas 10 menit wkwkwwk) bahkan beberapa kali sempat jalan dengan kondisi auto.navigasi.on (aka. kaki jalan sendiri mata merem wkwkwkwk) sehingga hampir menabrak pohon, pernah sekali terjungkal, eh terpleset dink gara gara tongkat belum nancap, kaki separo masih di atas batu dan kaki satunya lagi sudah dengan otomatis ditarik ke atas, sehingga dengan sukses saya tergelincir kembali ke bawah.. (untung gak ada yg bawa kamera hahaha)

di otak hanya ada 1 pikiran, batas vegetasi atau pos pemandangan (ini yang ada di trek gps copian dari internet). walau kondisi sudah drop, kena gejala mountain sickness dan zombie mode tapi semangat masih menyala (walau sering cm jalan beberapa langkah trus redup lagi jadi musti dipompa lagi :D)

akhirnya marsono berinisiatif untuk berjalan di depan mencari lahan rata dan sedikit tertutup.. tak beberapa lama terdengar teriakan dari atas.. (ndak jelas dengernya sih.. tapi sepertinya marsono sudah menemukan tempat untuk mendirikan tenda).

benar juga.. kita sudah sampai batas vegetasi !!

marsono sudah menunggu dengan secangkir kopi hangat yang mengepul..

ritual mendirikan tenda, masuk2in barang ke dalam tenda.. dan akhirnya motret malam bersama ronny pun dimulai..

di sebelah selatan bintang bertaburan dihiasi kabut milky way nya. di sebelah utara lampu kota sedikit tertutup kabut, di sebelah tenggara gigiran gunung gede dengan bulan separo menerangi langit, di bagian barat laut siluet gunung pangrango dihiasi puluhan kerlip bintang..

malam penuh bintang bonus bima sakti
awan tampak menutupi sebagian kota cibodas di waktu malam

indah.. takjub.. mempesona.. amazing..
Indonesia memang indah...
belum lagi beberapa kali terlihat meteor yang melintas menembus atmosfir sehingga menimbulkan ekor cahaya yang menggaris langit..

star trail dengan latar belakang lampu malam cibodas dan siluet gunung pangrango

sakit kepala sudah hilang dari semenjak tripod berdiri, dingin juga tak berasa dibanding keasikan menikmati dunia malam yang menawan. hingga akhirnya pukul 2 pagi dan kami musti istirahat cukup untuk menikmati matahari terbit di ufuk timur..

weker diputar jam 4 pagi.. tapi nyatanya suara dari tenda seberang yang membangungkan mimpi indah pagi itu.. "sunrise om.. sunriseee...." ternyata waktu sudah menunjukan pukul 04.30

bergegas mencari lokasi untuk mengabadikan terbitnya matahari yang sempurna dengan latar warna oranye..

mengawali pagi dengan menyaksikan matahari membakar langit

matahari terbit di samping gigiran punggungan gunung gede

kameranya lagi pemanasan biar ndak kram kena hawa dingin boi:D
pagi nan cerah

sedikit siang saya dan ronny mencoba menapaki gigiran hingga tak terasa sudah sampai titik trianggulasi.. tak ada tanda2 bahwa kami berdiri di puncak gunung gede, di ketinggian 2.958 mdpl

puncak gunung Pangrango dan kawah Gunung Gede dilihat dari puncak gunung Gede:

demikin cerita pendek perjalanan yang tentu rekan2 semua sudah pernah mengalaminya.. terima kasih
3 idiots..:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar