Kamis, 02 Agustus 2012

Gabriel,Bocah Cacat Kaki Mengais Mimpi Bermain di Barcelona


JelajahUnik-Kisah menarik dan penuh inspirasi hadir dari seorang bocah asal Brasil. Gabriel, bocah berusia 11 tampak menikmati kesempatan berlatih di Barcelona campus di Rio De Janeiro. Tak heran, sejak kecil dia memang bermimpi bisa bermain untuk Barcelona, klub idolanya.
Sepintas, mimpi Gabriel bisa dibilang tidak terlalu istimewa. Bukan dia saja bocah yang memiliki impian bisa bermain di klub sebesar Barcelona. Ribuan bahkan jutaan anak-anak di seluruh dunia pun mungkin memendam harapan seperti Gabriel. Namun, yang membuat kisah Gabriel lebih menarik dibanding anak-anak lain seusainya adalah kondisi fisiknya yang tidak sempurna.
Gabriel/ dok. Globoesporte
Ya, Gabriel memang terlahir dengan kondisi tanpa kedua kaki yang sempurna. Dan sejak kecil dia sudah menggunakan alat bantu. Tak hanya mempermudah aktivitas sehari-hari, pun mewujudkan mimpinya bisa bermain sepak bola. Meski kondisinya fisiknya tak normal, kemampuan Gabriel dalam mengolah si kulit bundar terbilang cukup baik.
Cerita tentang Gabriel pun mulai menjadi perbincangan menarik di Brasil. Bermula dari Esporte Spectacular , beberapa media Brasil lainnya turut mengangkat kisah bocah 11 tahun itu. Hingga kesempatan pun datang. Gabriel diajak ikut berlatih bersama anak-anak normal lainnya di Barcelona campus.
"Kami tidak pernah melihat kasus seperti ini, tapi tidak menjadi masalah bagi semua orang di sini," ujar koordinator Barcelona campus di Rio De Janeiro, Joaquim Estrada.
"Meski tak mempunya kaki normal, koordinasi motorik bekerja sangat luar biasa," puji psikolog Barcelona campus, Maurico Soares.
Gabriel tidak sendirian menjajal latihan di Barcelona campus. Dua temannya, Joao dan Romarinho turut mendapat kesempatan langka itu. Nama pertama merupakan putra kandung mantan gelandang Barcelona yang kini bermainuntuk Fluminense, Deco De Souza.
"Kisahnya sangat menakjubkan. Semua melihat bagaimana permainan, adaptasi dan kegembiraan dia dalam bermain. Joao mengatakan kepadaku, ada seorang anak luar biasa yang tidak memiliki kaki normal, tapi bermain sangat bagus," tutur Deco kepada Globoesporte.
Gabriel sendiri dikenal sebagai sosok pendiam dan tak banyak bicara. Bahkan, saat diwawancari pun tak banyak kata yang keluar dari mulutnya. "Lapangan di sini bagus dan memudahkan melakukan dribbling, tapi tetap sakit saat terjatuh," seloroh Gabriel.
Soal kelanjutan nasib Gabriel setelah ikut berlatih di Barcelona campus itu, Estrada mengaku akan coba melaporkannya kisah itu langsung ke Barcelona. Dan, bukan tidak mungkin Gabriel bisa mewujudkan mimpinya berlatih di Spanyol, bersama akademi Barcelona. "Kami akan melaporkan kasus ini ke Barcelona. Saya yakin, jika semua anak-anak bisa mendapat kesempatan melewati tes, mengapa Gabriel tidak?" pungkas Estrada. (**)