Kamis, 18 Oktober 2012

Video anggota TNI aniaya pewarta foto beredar di Youtube


(jelajahunik.us)Didik Herwanto, pewarta foto Riau Pos, Jawapos Grup, menjadi korban penganiayaan anggota TNI saat meliput pesawat Hawk 200 milik TNI AU yang jatuh di Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

video-anggota-tni-aniaya-pewarta-foto-di-beredar-youtube.jpg (540×270)
Kekerasan yang diduga dilakukan oleh Letkol Robert Simanjuntak yang merupakan anggota Lanud Roesmin Nurjadin kini beredar di youtube. Dalam video berdurasi 3,16 menit tampak jelas penganiayaan yang dilakukan oleh Robert.

Video yang diunggah dari Riaupos TV itu sangat jelas merekam aksi penganiayaan yang menimpa Dikdik. Dikdik ditendang, dibanting lalu dicekik dan dihajar serta dirampas kameranya.

Video dimulai dari kerumunan warga yang terjebak macet di Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, dekat pesawat Hawk 200 milik TNI AU yang jatuh. Beberapa anggota TNI AU yang mengenakan baju biru dan oranye kemudian mendatangi lokasi dan mengusir warga dan wartawan yang tengah melihat bangkai pesawat Hawk yang masih terbakar.

Sejurus kemudian di salah satu sudut terlihat seorang anggota TNI AU yang mengenakan baju biru tiba-tiba menendang seseorang yang mengenakan kaus hijau. Setelah ditendang, wartawan tersebut lalu dibanting ke tanah dan dicekik.

Seorang anggota TNI yang mengenakan baju oranye juga mendekat dan segera mengambil kamera pria berbaju hijau itu. Dalam posisi tercekik di bawah, wartawan yang kemudian diketahui bernama Dikdik Herwanto itu juga dihajar pelipisnya oleh anggota TNI AU yang mengenakan seragam biru.

Pelaku penganiayaan dalam kasus tersebut diduga Letkol Robert Simanjuntak. Kepala Staf Angkatan Udara Imam Sufaat membenarkan pihaknya menghalangi wartawan saat meliput kecelakaan pesawat militer jenis Hawk 200 yang jatuh di permukiman warga di Desa Pasir Putih, Pekanbaru, Riau.

"Iya, kalo untuk pesawat tempur kan bersifat rahasia ya," kata Imam di Istana Negara, Selasa (16/10).

Iman menuturkan pesawat yang sedang latihan rutin tersebut kemungkinan membawa peledak yang sewaktu-waktu bisa meledak.

"Nanti kalau misalnya bawa bom, nanti situ kena bomnya, sebetulnya ada kerahasiaannya juga," ujarnya.

Lalu mengapa harus menganiaya? Berikut video penganiayaan tersebut.

merdeka.com