Sabtu, 10 November 2012

Para Ahli Jelaskan Masalah Ramalan Bangsa Maya Soal Kiamat 21 Desember 2012


Ramalan Bangsa maya yang menjelaskan Dunia akan berakhir pada 21 Desember memang sudah menjadi ketakutan bagi kebanyakan warga Dunia.  Meski sudah dibantah berkali-kali, masih ada saja saja warga Dunia yang sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi kiamat 2012. 

Bahkan beberapa pengusaha memanfaatkan ketakutan warga dengan membuat dan menawarkan bunker kiamat sebagai tempat persembunyiaan saat penghancuran bumi berlangsung. Menurut ahli budaya Mesoamerika, Ramalan ini sebenarnya bukan perkataan langsung dari suku Maya. Hanya saja, menurut Kalender Maya yang menghitung panjang meliputi hampir 5.125 tahun yang dimulai pada 3114 SM,  berakhir pada 21 Desember 2012 yang juga merupakan akhir dari Bak’tun 13 th. Sebuah Bak’tun (b’ahktun) adalah salah satu dari 400 periode tahun dalam kalender Maya. Kalender Maya seluruhnya memiliki 13 dari periode ini. Saat kalender ditutup pada periode 13 th, akan ada Bak’tun selanjutnya yang mengulang perhitungan kalender bangsa maya. 

Para Arkeolog, antropolog dan ahli lainnya bertemu hari Jumat 28 September 2012 lalu, di Meksiko selatan kota Merida untuk membahas implikasi dari kalender Hitungan Panjang Maya, yang terdiri dari 394 tahun periode yang disebut baktuns. Para ahli memperkirakan sistem mulai menghitung pada 3114 SM, dan akan  melalui 13 baktuns, atau 5.125 tahun, yang jatuh pada 21 Desember mendatang, musim dingin solstice. Para ahli mengatakan 13 adalah jumlah yang signifikan bagi bangsa Maya, dan akhir dari siklus tersebut dapat menjadi tonggak sejarah, tapi bukan berarti menjadi akhir dari kemanusiaan. “Suku Maya memang membuat ramalan, tetapi tidak dalam arti fatalistik, melainkan tentang peristiwa yang, dalam konsepsi siklus mereka tentang sejarah, bisa diulang di masa depan,” kata Alfredo Barrera, dari Institut Nasional Antropologi dan Sejarah. “Ada banyak monumen Maya kuno yang membahas kejadian jauh ke depan dari sekarang,” tulis Geoffrey Braswell, seorang antropolog di University of California di San Diego. “Suku Maya kuno jelas percaya hal-hal yang akan terjadi jauh ke depan dari sekarang.” Tulisnya kemudian. Braswell membandingkan kalender Maya, dengan sistem siklus dalam siklus, dengan serangkaian roda disinkronkan terkandung dalam odometers mobil analog. “Sistem hitung panjang suku Maya seperti odometer mobil,” tulis Braswell. “Mobil pertama saya (odometer) hanya memiliki enam roda sehingga naik ke 99,999.9 mil. Hal itu tak berarti kalau mobil saya akan meledak setelah mencapai 100.000 mil. ” Jelasnya. Menurut Para ahli, Bangsa Maya kuno, yang memiliki budaya menulis, astronomi, dan kuil yang kompleks berkembang dari tahun 300 hingga 900 Masehi, sangat tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan masa depan, bahkan jauh melampaui masa 21 Desember 2012. “Hal ini sebenarnya adalah budaya suku maya yang tidak ada hubungannya dengan Kiamat” kata Alexander Voss, seorang antropolog di University Of Quintana Roo.