Kamis, 08 November 2012

Tebing tebing Pantai Paling Terkenal di Dunia


Tebing Pantai adalah sebuah pembentukan bebatuan yang terbuat dari sebuah kolom terjal atau sekumpulan kolom bebatuan di lautan dekat pesisir. Tebing pantai terbentuk ketika bagian tanjung terkikis oleh air yang menabrak batu atau akibat dari erosi angin. Bentuk-bentuk yang mengesankan dari tebing pantai tercipta secara rumit oleh alam hanya seiring berjalannya waktu, oleh angin dan pasang surut. Berikut uniknya.com merangkum lima bentuk tebing pantai terkenal di seluruh dunia.




1. Dun Briste, Irlandia
Dun Briste, tebing pantai spektakuler, yang diperkirakan memiliki ketinggian 50 meter (165 kaki), berjarak 80 meter (260 kaki) dari Downpatrick Head, di daratan desa Knockaun, timur Ballycastle, Irlandia. Sejarah terbentuknya Downpatrick Head adalah ketika Atlantik memahat sebuah teluk raksasa yang terdiri dari tebing-tebing curam besar dan puncak-puncaknya pun digosok oleh angin samudera secara terus menerus.

Tiap tahun, Downpatrick sering didatangi oleh pemburu foto burung, yang datang untuk mengamati dan merekam pelbagai macam spesies burung yang sedang bermain-main di atas permukaan tebing pantai seiring perubahan cuaca. Pada bulan Mei dan awal Juni, tanjung itu sendiri menjadi berwarna ketika bunga laut berwarna merah muda atau sea-pink sedang mekar.



2. Sail Rock, Rusia

Sail Rock adalah sebuah monolit batu pasir alami yang terletak di tepi Black Sea, Krasnodar Krai, Rusia. Tebing ini menyerupai sketsa layar kapal, maka dari itu dinamakan Sail Rock. Monolit tersebut berjarak 17 km dari Gelendzhik bagian tenggara, dekat desa Praskoveyevka (yang kira-kira 500 meter (1650 kaki) dari pesisir pantai) dan tanah beserta rumah pertanian Dzhankhot (kira-kira dua kali jarak antara pantai dengan tebing tersebut).

 

3. Old Man of Hoy, Skotlandia, Inggris

Old Man of Hoy adalah tebing pantai yang memiliki ketinggian 449 kaki (137 meter ) di pulau Hoy. Tebing ini merupakan petanda dari Thurso sampai ke feri Stromness dan pertama kali didaki tahun 1966. Tebing ini adalah sebuah tebing batu pasir merah, yang bertengger di atas tiang batu basal. Tebing ini berdiri dekat dengan Rackwick Bay di pesisir barat pulau Hoy, Kepulauan Orkney, Skotlandia.
Tebing ini kemungkinan berumur kurang dari 400 tahun dan tidak akan lebih panjang lagi umurnya, karena ada tanda-tanda bahwa tebing ini segera runtuh. Pada peta-peta yang digambar antara tahun 1600 dengan 1750, area ini muncul sebagai tanjung tanpa tebing pantai. William Daniell, penggambar bentang darat, mensketsa tebing pantai ini pada tahun 1817 sebagai kolom yang lebih luas dengan bagian puncak yang lebih kecil dan lengkungan di bawahnya, dimana namanya berasal. Cetakan gambar ini masih tersedia di museum-museum lokal. Di satu waktu pada abad 19 awal, sebuah badai menyapu salah satu kakinya sehingga tersisa seperti yang kita lihat sekarang, meskipun pengikisan tetap berlanjut.



4. Risin og Kellingin, Kepulauan Faroe
Risin og Kellingin (Risin dan Kellingin) adalah dua tebing pantai di pesisir utara pulau Eysturoy di Kepulauan Faroe dekat dengan desa Eiði. Nama Risin og Kellingin berarti Sang Raksasa dan Sang Penyihir dan berkaitan dengan legenda tua tentang asal-usulnya. Sang Raksasa (Risin) adalah tebing berketinggian 71 meter (233 kaki) lebih jauh dari pesisir, dan Sang Penyihir (Kellingin) adalah tebing berketinggia 68 meter (223 kaki) lebih dekat dengan daratan, berdiri dengan kaki terpisah.

Kedua tebing ini dapat dipandang dengan berjalan ke arah utara dari Eiði kemudian ke timur mengarah ke pantai dan mengikuti jurang-jurang rendah untuk jalan pintas. Pemandangan bagus lainnya pun dapat didapat saat hari cerah dari Tjørnuvík di pulau Streymoy. Para ahli geologis Faroe memprediksi bahwa Kellingin, yang saat ini berdiri di atas dua kaki, akan jatuh ke lautan pada beberapa dekade selanjutnya selama badai musim dingin. Bagian dari tebing ini sudah hancur pada awal abad kedua puluh.



5. Ko Tapu, Thailand

Ko Tapu adalah sebuah batu kapur yang berketinggian kira-kira 20 meter (66 kaki) dengan diameter yang bertambah dari sekitar 4 meter (13 kaki) dekat permukaan air sampai kira-kira 8 meter (26 kaki). Tebing ini terletak kira-kira 40 meter (130 kaki) dari barat bagian utara Khao Phing Kan (sepasang pulau di pesisir barat Thailand).
Versi ilmiah dari pembentukan Ko Tapu adalah bahwa area ini asalnya merupakan sebuah terumbu karang pembatas. Kemudian, ketika terjadi pergerakan tektonik, area ini pecah, dan bagian-bagiannya tersebar di sekitar area dan dibanjiri lautan yang sedang pasang. Angin, ombak, aliran air dan pasang surut secara bertahap mengikis kepulauan yang akhirnya terbentuk, kadang-kadang menghasilkan bentuk-bentuk aneh, seperti Ko Tapu. Pengikisan karena pasang surut tampak pada dasar batu ini. (**)



Sumber: worldgeography.com