Selasa, 30 April 2013

4 Hal Yang Membedakan Uje Dengan Ustadz Yang Lain


(jelajahunik) Sebagai seorang pendakwah, Uje memiliki karakteristik tersendiri yang mampu menarik hati umat. Bahkan, Uje pun mendapat julukan sebagai ustaz gaul lantaran gayanya dalam menyampaikan ceramah selalu menggunakan bahasa pergaulan tanpa harus dipusingkan dengan berbagai istilah.

Namun ada empat hal yang membedakan Uje dengan Ustadz yang lain.


1. Pakaian gaul



Seorang ustaz dituntut untuk selalu berpenampilan layaknya seorang wali. Tapi, hal itu tidak berlaku bagi Uje.

Setiap mengisi ceramah, Uje tidak pernah menggunakan pakaian yang tergolong ribet. Dia rajin mengenakan baju koko dipadu dengan sarung terkadang celana bahan. Model baju koko yang ia kenakan bahkan sempat menjadi tren saat Lebaran beberapa waktu lalu.

Saat beraktivitas di luar ceramah pun, Uje selalu mengenakan pakaian yang lazimnya dipakai oleh orang kebanyakan. Terkadang, dia terlihat mengenakan kaos oblong.


2. Bahasa gaul



Salah satu hal yang membuat umat tersentuh dengan ceramah Uje adalah bahasa. Uje tidak pernah menggunakan bahasa yang sulit dicerna dan padat dengan istilah rumit.

Uje sengaja memilih menggunakan bahasa gaul agar umat tidak pusing dengan maksud ceramahnya. Dia ingin umat dapat segera paham dengan materi yang disampaikannya.


3. Bergaul dengan semua kalangan



Sosok Uje begitu dekat dengan umat karena ceramahnya yang selalu memberikan kedamaian. Dia pun jarang menyampaikan materi yang provokatif. Bahkan, Uje selalu mengajak orang untuk menjalin hubungan baik bukan hanya dengan sesama muslim, melainkan juga dengan non-muslim.

Hal ini membuat Uje dapat diterima semua golongan. Hal ini juga yang membuat warga non-muslim begitu menghormati Uje sebagai seorang ulama.


4. Hobi naik moge



Barangkali jarang ditemui ustaz yang punya hobi naik motor gede (moge). Sebagian besar ustaz pasti menggunakan mobil ketika bepergian.

Tetapi, Uje justru sangat menyukai moge. Bagi dia, moge adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk berdakwah. Dia pun menyatakan, dengan motor, dakwah bisa disampaikan ke daerah pelosok.