Sabtu, 13 April 2013

Indonesia Keluar dari 10 Negara Produsen Spam


(jelajahunik) Spammer kembali meningkatkan aksinya pada Februari lalu setelah mengendurkan kegiatannya. Nah, dalam laporan Kaspersky Lab terbaru, Indonesia yang sebelumnya masuk daftar 10 negara penghasil spam kini berada di urutan ke-18. 

Melalui keterangan yang diterima, proporsi lalu lintas email naik sekira 13 persen dan rata-rata 17 persen pada Februari. Ini lebih tinggi ketimbang bulan Januari dan tiga bulan terakhir pada 2012. 

Distribusi geografis penyebaran spam juga mengalami perubahan yang cukup signifikan. Korea Selatan menjadi negara penghasil spam terbesar di Asia dengan target pengguna di Eropa. Jumlah spam yang berasal dari Negeri Gingseng itu naik 2,7 persen atau 50,9 persen. 

China yang sebelumnya mencokol di posisi atas turun peringkat ke posisi enam pada Februari. Penurunan ini karena spammer mulai menyebarkan spam dengan botnet yang berbeda. 

“Peningkatan yang begitu dramatis dalam jumlah spam di Februari tidak menunjukkan awal sebuah tren baru. Hal ini bisa jadi karena penurunan jumlah email sampah selama libur Januari kemarin ketika banyak komputer yang digunakan botnet untuk menyebarkan spam dimatikan," papar Head of Content Analysis & Research Kaspersky Lab Darya Gudkova. 

Sementara itu, Italia menjadi negara yang paling tinggi terkena serangan email berbahaya pada Februari. 

Dalam laporannya, Kaspersky Lab memaparkan bahwa notifikasi palsu dari berbagai organisasi finansial menjadi salah satu tool yang umum dalam menyebarkan malware lewat email. Metode ini banyak digunakan di Italia, di mana spammer menggunakan Trojan-Banker.HTML.Agent.p yang berada di urutan kedua dalam daftar 10 program berbahaya yang menyebar melalui email. Trojan awalnya muncul dalam bentuk laman HTML yang menyerupai form registrasi bang tekenal atau sistem pembayaran elektroni (e-pay) untuk mencuri kredensial online banking pengguna. 

“Yang menjadi perhatian utama saat ini, mayoritas lampiran berbahaya dalam spam adalah progam yang didesain untuk mencuri kredensial sistem online banking pengguna. Spam ini muncul dalam bentuk laman HTML yang menyerupai form registrasi. Para pengguna harus ekstra hati-hati bila menerima email semacam ini dan jangan pernah membuka lampiran dalam email seperti ini. Laman online banking hanya boleh diakses dan dibuka melalui browser langsung.”