Jumat, 26 April 2013

Penjelasan Ilmuwan Tentang Mimpi Melalui Scan Otak




(jelajahunik) Peneliti di Jepang berupaya mengungkap isi mimpi seseorang setelah menggunakan perangkat pemindai (scan) otak untuk memetakan aktivitas neural atau yang berhubungan dengan otak manusia.
Dilansir Telegraph, Jumat (5/4/2013), peneliti mampu mengidentifikasi kategori dari apa yang terlihat dalam mimpi dengan 60 persen akurasi. Diharapkan teknik ini bisa membantu untuk menjelaskan dunia mimpi yang dialami seseorang.


Selain itu, peneliti juga berharap teknik ini bisa memiliki implikasi luas untuk terapi psikologis dan penelitian tentang tidur seseorang. Robert Stickgold, seorang ilmuwan syaraf dan ahli mimpi dari Harvard Medical School di Boston menggambarkan penelitian ini sebagai "sesuatu yang menakjubkan secara terperinci dan keberhasilan".

Ia mengatakan kepada jurnal Science, ini mungkin adalah demonstrasi nyata pertama dari dasar otak terkait isi mimpi seseorang. Pada sebuah eksprerimen yang dilakukan di Jepang, ilmuwan melibatkan tiga relawan yang tidur dalam sebuah mesin functional magnetic resonance imaging (fMRI).
Ilmuwan Yuki Kamitani dari ATR Computational Neuroscience Laboratories di Kyoto, memulai memantau aktivitas otak dari relawan yang tidur ringan untuk tanda-tanda halusinasi mimpi. Ketika mulai bermimpi, peserta dibangunkan dan diminta untuk menjelaskan pengalaman visual mereka.
Rekaman dari scan otak fMRI diperiksa untuk pola aktivitas yang bertepatan dengan kategori mimpi. Relawan juga diminta untuk melihat foto dari internet sesuai dengan mimpi mereka, sementara aktivitas otak mereka dipantau.

Data digunakan untuk melatih sebuah program komputer untuk mengenali aktivitas otak dengan tipe yang berbeda. "Temuan kami menyediakan bukti bahwa isi mimpi yang spesifik dari pengalaman visual selama tidur bisa dibaca dari pola aktivitas korteks visual bersama dengan representasi stimulus," jelas ilmuwan.