Rabu, 18 Mei 2011

Neraka Yang Tercipta Dibalik Kesuksesan APPLE iPad & iPhone


Tahukah anda penyebab buruh di foxcon pabrik pembuat ipod,ipad dan iphone.adalah karena aturan manajemen yang keras dan kerja lembur tiada henti, dan tahukah anda dibalik kegemilangan Apple Ipad dan iPhone ternyata para pekerhjanya diperlakukan tidak manusia, tinggal di tempat yang mirip kamp konsentrasi, jam kerja yang sangat panjang sehingga banyak dari mereka yang stress samapai melakukan bunuh diri, banggakah anda dengan gadget Apple anda ?

Apple iPad boleh saja telah menangguk sukses. Ironisnya, kesuksesan iPad tersebut justru menciptakan 'neraka' tersendiri bagi para pekerja yang bertugas di pabrik pembuatan tablet PC itu. Mereka diperlakukan bak mesin, tidak manusiawi!

Demikian laporan yang dikeluarkan dua NGO (non government organization) yang melakukan investigasi di pabrik yang dimiliki Foxconn -- partner Apple yang ditunjuk dalam membuat iPhone dan iPad -- yang bertempat di Shenzhen dan Chengdu, China.
Tidak ada senyum: Pekerja melongok dari logo Foxconn dekat gerbang pabrik Foxconn di kota Longhua, provinsi Guangdong
Jerat kawat baja telah dipasang pada jendela di pabrik Foxconn untuk menghentikan para pekerja melompat untuk bunuh diri yang diduga disebabkan praktek-praktek manajemen yang keras

Dalam laporannya, NGO bernama Centre for Research on Multinational Corporations dan Students & Scholars Against Corporate Misbehaviour (Sacom) tersebut mengklaim dari dua pabrik tersebut mereka telah mengungkap bahwa sekitar 500 ribu karyawan bekerja dalam kondisi yang tak mencerminkan kesuksesan iPad.

Foxconn dituduh telah berlebihan dalam menerapkan jam kerja serta memiliki peraturan perusahaan yang mengikat karyawan.

Bahkan dikutip detikINET dari Guardian, Senin (2/5/2011), kondisi kerja yang dimaksud dikategorikan sebagai tindakan tidak manusiawi dan menempatkan para karyawan seperti sebuah mesin.

Salah satu temuan dari kedua NGO tersebut adalah adanya slip pembayaran gaji yang mengindikasikan bahwa seorang karyawan telah menjalankan 98 jam kerja lembur dalam sebulan. Padahal, batasan lembur yang dilegalkan cuma sebatas 36 jam tiap bulannya.

Foxconn sendiri pertama kali memproduksi iPad pada pabriknya di Chengdu sekitar akhir November tahun lalu dan ditarget untuk melahirkan sekitar 100 juta unit iPad per tahun ketika 2013 mendatang.

Adapun Apple diprediksi telah menjual lebih dari 15 juta unit iPad pada tahun lalu di seluruh dunia. Sementara untuk tahun 2011 yang baru berjalan beberapa bulan, penjualan tablet PC itu sudah mencapai angka 5 juta unit.

Sumber

5 Potret Buram Buruh di Pabrik iPad

Dua non government organization (NGO) menuding Foxconn, pabrik yang merakit iPad dan iPhone, telah memperlakukan para buruhnya dengan tidak manusiawi.

Berikut 5 potret buram yang terungkap dalam investigasi yang dilakukan NGO bernama Centre for Research on Multinational Corporations dan Students & Scholars Against Corporate Misbehaviour (Sacom) tersebut:

1. Aktivitas kerja lembur yang berlebihan merupakan sesuatu yang biasa terjadi di pabrik ini. Bahkan dalam investigasi ini ditemukan slip gaji yang mengindikasikan ada seorang karyawan yang telah menjalankan 98 jam kerja lembur dalam sebulan. Padahal, batasan lembur yang dilegalkan cuma sebatas 36 jam tiap bulannya.

2. Pekerja dipaksa untuk memenuhi permintaan pasar yang besar terhadap iPad, sehingga membuat para buruh ini dipaksa untuk mengambil jatah libur hanya satu hari.

3. Di beberapa tempat, para pekerja yang memiliki performa kerja buruk kadang dipermalukan di depan rekan-rekan sekerja.

4. Asrama yang disediakan bagi para pekerja begitu sesak dan memiliki aturan yang sangat ketat. Seorang buruh yang diwawancarai investigator mengatakan, dirinya pernah dipaksa untuk menandatangani surat pengakuan setelah kedapatan menggunakan hairdryer. Dalam surat itu tertulis: "Ini merupakan kesalahan saya. Saya tidak akan pernah mem-blow rambut saya lagi di dalam kamar. Saya telah melakukan sesuatu yang buruk dan tidak akan mengulanginya lagi."
Foxconn mempekerjakan 420.000 pekerja di pabrik Shenzhen yang mana fasilitas mess sangat minim tanpa penyejuk udara
5. Ketika kasus bunuh diri yang melanda Foxconn beberapa waktu lalu menyeruak, para pekerja diminta untuk menandatangani surat perjanjian untuk tidak membunuh dirinya sendiri dan bakal lebih menghargai hidup mereka.

Dilansir Guardian dan dikutip detikINET, Senin (2/5/2011), investigasi yang dilakukan dua NGO di atas dilakukan di pabrik Foxconn yang terdapat di Shenzhen dan Chengdu, China. Mereka mengklaim bahwa sekitar 500 ribu buruh bekerja dalam kondisi yang tak mencerminkan kesuksesan iPad.

Foxconn dituduh telah berlebihan dalam menerapkan jam kerja serta memiliki peraturan perusahaan yang mengikat karyawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar