Rabu, 03 Juli 2013

Cukup Rp 300 ribu, Wanita Bisa Kembali Perawan


 Artis Dewi Persik membuat sensasi ketika melakukan operasi keperawanan, di salah satu rumah sakit di Mesir tahun 2011 lalu. Mengaku ditantang produser film yang dibintanginya, Dewi mau-mau saja, apalagi statusnya yang seorang janda.

"Yang pertama, ini memang untuk kepentingan film terbaru aku yang judulnya Pacar Hantu Perawan. Waktu itu aku ditawarkan bos KK Dheeraj untuk operasi, lalu dapat rekomendasi tempatnya di Mesir. Ini juga jadi alasan buat saya menjauhkan apa yang namanya free sex," tutur ketika itu, Selasa.

Menurut wanita yang akrab disapa Depe, banyak wanita yang menganggap masalah keperawanan sudah tak penting lagi di era sekarang ini. Tapi baginya, keperawanan tetap merupakan hal penting bagi seorang wanita. Keperawanan di mata Depe hanya akan dipersembahkan kepada suami.

Nah, soal keperawanan, di Indonesia khususnya, status keperawanan seorang perempuan masih menjadi ukuran bagi para pria untuk mencari calon istri. Cap buruk akan ditujukan kepada para perempuan yang sudah tidak perawan lagi. Mitos yang berkembang, perempuan yang masih perawan akan mengeluarkan darah saat pertama kali berhubungan badan.

Seperti yang terjadi dalam kasus Bupati Garut Aceng HM Fikri yang menceraikan istri sirinya, Fani Octora karena dianggap sudah tidak perawan lagi.

Padahal, dari penjelasan berbagai literatur, selaput dara atau hymen adalah lipatan membran yang menutup sebagian luar vagina. Hanya 43 persen wanita yang melaporkan pendarahan ketika mereka pertama kali melakukan sanggama.

Belakangan ternyata muncul cara untuk 'mereparasi' keperawanan seorang wanita. Selain metode operasi seperti yang dilakukan Dewi Persik, ada cara yang lebih mudah dan gampang yaitu selaput dara buatan.

Di internet, cukup ketikkan saja kata 'selaput dara buatan' di situs pencari, akan muncul ribuan situs yang menawarkan selaput dara buatan. Tidak hanya dari luar negeri, situs-situs toko online dalam negeri pun banyak yang menawarkan.

Seperti yang ditawarkan di salah satu situs lokal yang diakses merdeka.com, Jumat (4/1). "Kembali perawan tanpa operasi dengan selaput dara palsu, selaput dara buatan Jepang, terbukti keberhasilannya."

Dalam promosinya dijelaskan, selaput dara palsu yang ditawarkan tersebut merupakan buatan Kyoto Jepang yang diproduksi sejak tahun 1993. Selaput itu terbuat dari bahan natural albumin, semacam protein yang untuk menambah sel darah.

Bahan-bahan yang terkandung di dalamnya, tidak mengandung bahan pewarna dan juga tidak membuat alergi sehingga selaput dara ini aman dipakai. Alat ini akan mengeluarkan darah persis seperti saat pertama melakukan hubungan badan ketika ada benda tumpul yang menyentuhnya.

"Sehabis dipakai, tidak perlu repot membuang lagi karena selaput dara buatan ini akan larut beserta darah buatannya," jelas promosi iklan tersebut.

Selaput dara buatan ini bisa disimpan hingga 2 tahun, jadi jika anda membutuhkan sewaktu-waktu anda masih mempunyai waktu lama untuk menyimpannya.

Untuk meyakinkan calon pembeli, sang penjual memasang testimonial dari salah satu pelanggannya.

"Makacih... barang dah nyampe di rumah and sdh kupakai bareng suami... hehehhehehe... sukses besar deh di malam pertama saya. bener lho.. suami ga curiga sama sekali. thx.. ya bantuanya... sukses untuk jualanya... bener2 profesional..." tulis Putri.

Berapa harganya, tidak mahal-mahal. Ternyata cukup terjangkau, hanya Rp 300 ribu saja, per paket. Satu paket berisi dua lembar selaput dara palsu.

"Bila perlu, berpura-puralah bersikap malu, dan merintih sakit, akan lebih mengasyikkan pasanganmu," saran si penjual.[cob]