Senin, 12 Agustus 2013

Inilah Prinsip Yang Menjadikan Jepang Negara Maju, KAIZEN


Jepang, seperti yang kita tahu, negara ini banyak melahirkan inovasi-inovasi unik dan cemerlang, selain hal-hal nyeleneh yang mereka buat. Mereka cepat bangkit walau di dera masalah sebesar apapun.

Ketika di landa perang dan di bom nuklir. Bencana tsunami yang dasyat, gempa hampir setiap hari. Namun mereka cepat pulih dan kembali produktif. Apa rahasianya? Jepang memiliki satu prinsip yang bernama KAIZEN. Apa Kaizen ini? Mengapa begitu berdampak besar bagi jepang? Ini dia penjelasannya yang di kutip dari apakabardunia.com

Istilah "Kaizen" dalam bahasa Jepang bermakna "perbaikan berkesinambungan" (suatu proses penyempurnaan terus menerus yang tiada henti.) Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus. Pada penerapannya dalam perusahaan, kaizen mencakup pengertian perbaikan berkesinambungan yang melibatkan seluruh pekerjanya, dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah.

Yang membedakan filosofi kaizen ini dengan improvement biasa adalah dalam PROSESnya. Di dalam KAIZEN sendiri proses itu selalu terus menerus terjadi, setiap tahun, setiap bulan, setiap minggunya, bahkan setiap harinya. Dan proses itu tidak ada ujungnya karena perubahan adalah sesuatu yang permanen.


Rencanakan-Lakukan-Periksa-
TindakLanjuti (Plan-Do-Check-Act)
Salah satu langkah awal penerapan
kaizen adalah menjalankan siklus Plan-
Do-Check-Act (PDCA) untuk menjamin
terlaksananya kesinambungan kaizen Siklus ini terdiri atas :


1. Rencana (Plan)
Penetapan target untuk perbaikan dan perumusan rencana tindakan guna mencapai target tersebut.

2. Pelaksanaan (Do)
Pelaksanaan dari rencana yang telah dibuat.

3. Periksa (Check)
Kegiatan pemeriksaan segala prosedur yang telah dijalankan guna memastikannya agar tetap berjalan sesuai rencana sekaligus memantau kemajuan yang telah ditempuh.

4. Tindakan (Act)

Menindak lanjuti ketiga langkah yang ditempuh sekaligus memutuskankan prosedur baru guna menghindari terjadinya kembali masalah yang sama atau menetapkan sasaran baru bagi perbaikan berikutnya.

Siklus ini berputar secara terus menerus dengan diselingi oleh siklus Standardize-Do-Check-Act (SDCA) di antaranya. Dalam langkah Standar (Standarize) pada siklus ini, segala prosedur baru yang telah diputuskan pada langkah Tindak dalam siklus PDCA sebelumnya disahkan menjadi pedoman yang wajib dipenuhi. SDCA fokus pada kegiatan pemeliharaan, sedangkan PDCA lebih mengacu pada perbaikan.

Jadi sebenarnya untuk meraih mutu kehidupan yang kita inginkan, harus terus-menerus memperbaiki diri sendiri. Jangan pernah berhenti pada satu titik saat seluruh dunia berubah. Jika kita berhenti memperbaiki diri pada satu tahapan, kita akan tertinggal oleh kemajuan. Ingat, roda jaman selalu berubah. Maka, terbukalah untuk sebuah perubahan ke arah lebih baik.